Rabu, 30 Desember 2015

#SIP Rancangan Aplikasi Psikologi : Tes Minat Kerja



Berikut ini merupakan contoh dari rancangan aplikasi psikologi, disini saya membuat skema tentang tes minat kerja

Flowchart Software Tes Kerja



 Ini adalah tampilan awal software, klik next untuk melanjutkannya.



Setelah anda mengklik tombol next, maka isi data diri anda terlebih dahulu.


Setelah mengisi data diri, maka akan keluar panduan dalam menjalankan program ini.


Setelah itu akan ada Pernyataan 1-12 yang mana harus anda isi sesuai diri anda.


Setelah mengisi salah satu pernyataan dan mengklik tombol next maka akan ada total dari pernyataan yang anda pilih di salah satu pernyataan.

  Ini adalah pernyataan ke dua.


Dan ini total dari pernyataan ke dua (jika pernyataannya di isi akan ada total angkanya).


 Hingga sampai ke pernyataan 12.


 Ini juga sama total dari pernyataan seperti pernyataan satu tadi.


Setelah mengetahui total pernyataan yang anda pilih di pernyataan 12, klik tombol next. Maka anda telah selesai dalam tes ini.


Setelah selesai, klik next, hingga nilai anda muncul pada layar. dan itu adalah pernyataan yang sangat sesuai dengan anda.


Setelah itu anda cocokkan pernyataan tadi dengan kriteria dibawah ini. Terdapat 12 Kriteria.


Setelah selesai dan anda mengetahui minat anda dan pekerjaan yang cocok pada anda, anda bisa keluar dari program ini. Tapi jika ingin kembali ke tes awal klik Tes Lagi.


Demikian rancangan design aplikasi psikologi ini, semoga bermanfaat untuk anda :)


Selasa, 29 Desember 2015

#SIP Artificial Intelligence dan Expert System



Keterkaitan antara artificial intelligence dengan ekspert system dapat dilihat dari bagaimana membangun sistem atau komputer yang memiliki keahlian untuk memecahkan masalah dengan meniru atau mengadopsi keahlian yang dimiliki oleh pakar.

Dengan sistem ini, permasalahan yang seharusnya hanya bisa diselesaikan oleh para pakar/ahli, dapat diselesaikan oleh orang biasa/awam. Sedangkan, untuk para ahli, sistem pakar juga akan membantu aktivitas mereka sebagai asisten yang seolah-olah sudah mempunyai banyak pengalaman.

Dengan melihat AI pada dasarnya sebagai cabang psikologi; yaitu, menggunakan komputer untuk memahami operasi dari pikiran manusia dengan pemrograman untuk melakukan tugas-tugas tingkat tinggi seperti berpikir sebagaimana pikiran manusia. Tetapi harus di ingat komputer mungkin dapat mengambil alih pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh manusia, tapi itu tidak membuat mereka cerdas.


Menciptakan system pakar?

Salah satu langkah pertama dalam menciptakan sistem pakar adalah mewawancarai para ahli kemudian program ini akan menirunya. Dengan mengajukan serangkaian pertanyaan yang sangat rinci, para desainer mencoba untuk mencari tahu proses pengambilan keputusan, mereka akan mencoba untuk merekonstruksi ke dalam program ini.

Ketika proses berpikir ini digabungkan dengan database, sistem pakar yang ideal harus memiliki kapasitas yang sama untuk menganalisis informasi dan keputusan yang tepat.


Beberapa contoh Sistem Pakar dan cara kerjanya, akan diulas sebagai berikut

ELIZA

Eliza adalah salah satu Sistem Pakar yang paling awal dikembangkan. Beberapa tahun yang lalu (1966), Joseph Weizenbaum, profesor ilmu komputer di Massachusetts Institute of Technology (MIT), menulis sebuah program komputer yang disebut Eliza. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bagaimana sebuah komputer bisa bertindak seperti psikolog.

Eliza akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan pengguna tentang bagaimana ia merasa, kemudian menangkap kata-kata kunci atau frasa dalam jawaban untuk memandu nya "terapi." Beberapa orang kini menyebut Eliza sistem pakar awal.

Bagian dari tantangan merancang sistem pakar adalah memutuskan definisi apa yang seharusnya menjadi dan bagaimana hal itu seharusnya bekerja: Bahkan para ahli tidak setuju. Misalnya, Weizenbaum berpikir Eliza sedang ditandai sebagai sistem pakar awal karena ia berkonsultasi dengan ahli sebelum menulis itu. Meskipun Eliza mungkin tampak seperti mendengarkan dan merespon anda, program hanya mengikuti aturan yang diberikan dengan Weizenbaum. Jika Anda mengatakan anda mengalami hari yang buruk, program akan meminta anda untuk berbicara tentang hal itu.

Program akan bertanya bagaimana peristiwa-peristiwa tersebut terjadi serta apa yang anda rasakan, atau apa yang anda pikirkan dan apa yang harus anda lakukan. Eliza benar-benar lebih dari sebuah buku harian interaktif dari seorang ahli.


PARRY


PARRY adalah Sistem Pakar yang juga paling awal dikembangkan di Stanford University oleh seorang psikiater, Kenneth Colby, pada tahun 1972. PARRY berusaha untuk mensimulasikan penderita skizofrenia paranoid. PARRY merupakan program yang jauh lebih serius dan maju dari ELIZA. Cara kerja PARRY pun hampir dengan ELIZA

PARRY diuji pada awal tahun 1970 dengan menggunakan variasi dari Uji Turing. Sekelompok psikiater berpengalaman dianalisis kombinasi pasien nyata dan komputer yang menjalankan PARRY melalui teleprinter.

Kelompok lain dari 33 psikiater ditunjukkan transkrip percakapan. Kedua kelompok kemudian diminta untuk mengidentifikasi mana dari "pasien" yang manusia dan mana yang program komputer.  Psikiater mampu membuat identifikasi yang benar hanya 48 persen dari waktu - Tokoh yang konsisten dengan menebak acak.


NetTalk


Ini adalah hasil dari penelitian yang dilakukan di pertengahan 1980-an oleh Terrence Sejnowski dan Charles Rosenberg. Maksud di balik NETtalk adalah untuk membangun model sederhana yang mungkin menjelaskan kompleksitas pembelajaran tingkat manusia tugas-tugas kognitif, dan pelaksanaannya sebagai model koneksionis yang juga bisa belajar untuk melakukan tugas yang sebanding.

NETTALK adalah jaringan saraf tiruan yang dapat dilatih untuk mengucapkan kata-kata bahasa Inggris, terdiri dari sekitar 300 neuron diatur dalam tiga lapisan - lapisan input, yang membaca kata-kata, lapisan output, yang menghasilkan suara pidato, atau fonem, dan pertengahan, '' lapisan tersembunyi, '' yang memediasi antara dua lainnya. Neuron, yang disimulasikan pada komputer, yang bergabung satu sama lain dengan 18.000 sinapsis, koneksi adjustable yang kekuatan bisa berubah naik atau turun.

Pada awalnya kontrol volume ini ditetapkan secara acak dan NetTalk adalah structureless, dihomogenisasi tabula rasa. Dilengkapi dengan daftar kata-kata, itu mengoceh incomprehensibly. Tetapi beberapa tebakan yang lebih baik daripada yang lain, dan mereka diperkuat dengan menyesuaikan kekuatan dari sinapsis menurut seperangkat aturan pembelajaran. Setelah setengah hari pelatihan, pronunications menjadi lebih jelas dan lebih jelas sampai NetTalk dapat mengenali beberapa 1.000 kata. Dalam seminggu, itu bisa belajar hingga 20.000 kata.

NetTalk tidak disediakan dengan salah satu menagerie aturan untuk bagaimana huruf yang berbeda diucapkan dalam situasi yang berbeda. (Telah dikemukakan bahwa '' ghiti '' bisa diucapkan '' ikan '' - '' gh '' dari '' cukup '' dan '' ti '' dari '' 'bangsa.') Tapi setelah sistem memiliki berkembang, ia bertindak seolah-olah ia tahu aturan. Mereka menjadi implisit dikodekan dalam jaringan koneksi, meskipun penemu NetTalk, Terrence J. Sejnowski dari Johns Hopkins University, tidak tahu di mana aturan-aturan yang terletak atau apa yang tampak seperti mereka.

Menggunakan analisis matematika, ia mulai mengungkap pengetahuan tersembunyi ini. '' Ternyata menjadi sangat masuk akal, '' katanya. '' The vokal diwakili berbeda dari konsonan. Hal-hal yang terdengar mirip terkumpul bersama. '' Surat '' p '' terletak dekat '' b, '' sementara '' a '' dan '' e '' masing-masing memiliki daerah.

Ia juga menemukan bahwa 10 neuron yang dipilih secara acak dapat digunakan sebagai '' benih '' untuk mereproduksi seluruh skema pengkodean. Dalam pengertian ini jaringan seperti hologram. Apakah salah satu dari gambar laser yang dihasilkan tersebut dipotong di bagian, tempat, atau perdelapan sixteenths, masing-masing bagian berisi seluruh gambar, meskipun dengan resolusi semakin miskin.

Dr. Sejnowski mengatakan tidak akan datang dengan sistem seperti itu. Tapi mungkin dapat membantu mengatasi pertanyaan mendasar dalam ilmu saraf. Selama bertahun-tahun ahli saraf telah memperdebatkan apakah jejak memori, atau enagram, disimpan dalam satu lokasi atau didistribusikan di seluruh otak. Karya Dr Sejnowski ini menunjukkan bahwa jawabannya terletak di antara suatu tempat.

Seperti seorang ahli biologi mengambil pisau bedah untuk tikus, ia bisa mengikis jaringan nya, menghapus beberapa sel dari simulasi. Ini '' lesi '' mungkin menyebabkan NetTalk bertindak agak kabur, tapi itu mempertahankan kemampuan umum untuk mengucapkan bahasa Inggris.

Dan demikian pula dengan manusia. Jika salah satu memotong beberapa kabel pada komputer konvensional seluruh sistem akan crash. Tapi otak memiliki jenis ketahanan ditunjukkan oleh penemuan Dr. Sejnowski ini.

Mau lihat cara kerja NetTalk ? lihat video berikut ini






Kesimpulan
Mendefinisikan sistem pakar tidak sesederhana menunjuk komputer agar menggantikan kinerja manusia. Komputer telah melakukan hal itu selama bertahun-tahun. Misalnya, meskipun mereka mungkin tidak diberi label oleh beberapa akademisi sebagai sistem pakar, proses kontrol komputer melakukan fungsi yang sebelumnya dilakukan oleh orang-orang dengan pelatihan yang ekstensif.


Referensi

http://www.atarimagazines.com/compute/issue65/expert_systems.php

https://en.wikipedia.org/wiki/ELIZA

http://socs.binus.ac.id/2012/03/02/a-little-brief-about-artificial-intelligence/

http://www.nytimes.com/1988/08/16/science/learning-then-talking.html

https://en.wikipedia.org/wiki/NETtalk_%28artificial_neural_network%29

https://www.youtube.com/watch?v=gakJlr3GecE

Minggu, 27 Desember 2015

#SIP Artificial Intelligence dan Hubungannya dengan Kognisi Manusia


 

Sejarah Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)

Kecerdasan buatan merupakan bidang ilmu komputer yang sangat penting di era kini dan masa akan datang untuk mewujudkan sistem komputer yang cerdas.  Bidang ini telah berkembang sangat pesat di 20 tahun terakhir seiring dengan kebutuhan perangkat cerdas pada industry dan rumah tangga, oleh karena itu buku ini memaparkan berbagai pandangan modern dan hasil riset terkini  yang perlu dikuasai oleh para akademisi, pelajar dan praktisi lengkap dengan implementasi nyata.
Kata “intelligence” berasal dari bahasa Latin “intelligo” yang bearti “saya paham”.  Berarti dasar dari intelligence ialah kemampuan untuk memahami dan melakukan aksi.  Sebenarnya, area Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) adalah bidang ilmu yang mempelajari bagaimana membuat sistem atau komputer menjadi cerdas. Supaya komputer bisa bertindak seperti atau serupa dengan manusia, maka komputer harus diberi bekal pengetahuan, dan mempunyai kemampuan untuk menalar.
Bermula dari kemunculan komputer sekitar th 1940-an, meskipun sejarah perkembangannya dapat dilacak sejak zaman Mesir kuno. Pada masa ini, perhatian difokuskan pada kemampuan komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dilakukan oleh manusia.  Dalam hal ini, komputer tersebut dapat meniru kemampuan kecerdasan  dan perilaku  manusia.
McMulloh dan Pitts pada tahun 1943 mengusulkan model matematis bernama perceptron dari neuron di dalam  otak.  Mereka juga menunjukkan  bagaimana neuron menjadi aktif seperti saklar on-off dan neuron tersebut mampu untuk belajar dan memberikan aksi berbeda terhadap waktu dari input yang diberikan.  Sumbangan terbesar di bidang AI diawali pada paper Alan Turing, pada tahun 1950 yang mencoba menjawab  “Dapatkah computer berfikir” dengan menciptakan mesin Turing.  Paper Alan Turing pada tahun 1950 berjudul “Computing Machineri and Intelligence” mendiskusikan syarat sebuah mesin dianggap cerdas. Dia beranggapan bahwa jika mesin dapat dengan sukses berprilaku seperti manusia, kita dapat menganggapnya cerdas.
Pada akhir 1955, Newell dan Simon mengembangkan  The Logic Theorist, program AI pertama. Program ini merepresentasikan  masalah sebagai model pohon, lalu penyelesaiannya dengan  memilih cabang yang akan menghasilkan kesimpulan terbenar. Program ini berdampak besar dan menjadi batu loncatan penting dalam mengembangkan bidang AI. Pada tahun 1956 John McCarthy dari  Massacuhetts Institute of Technology dianggap sebagai bapak AI, menyelenggarakan konferensi untuk menarik para ahli komputer bertemu, dengan  nama kegiatan “The Dartmouth summer research project on artificial intelligence.”   Konferensi Dartmouth itu mempertemukan para pendiri dalam AI, dan bertugas untuk meletakkan dasar bagi masa depan  pemgembangan dan penelitian AI.  John McCarthy  di saat itu mengusulkan definisi AI adalah “ AI merupakan cabang dari ilmu komputer yang berfokus pada pengembangan komputer untuk dapat memiliki kemampuan dan  berprilaku  seperti manusia” .
Perkembangan AI melambat (1966-1974), prediksi Herbert Simon pada tahun 1957 yang menyatakan bahwa AI akan menjadi ilmu pengetahuan yang akan berkembang dengan pesat ternyata meleset. Pada 10 tahun kemudian, perkembangan AI melambat. Hal ini disebabkan adanya 3 kesulitan utama yang dihadapi AI, yaitu:
1.    Program-program AI yang bermunculan hanya mengandung sedikit atau bahkan tidak mengandung sama sekali pengetahuan pada subjeknya. Program-program AI berhasil hanya karena manipulasi sisntetis yang sederhana. Sebagai contoh adalah Weizenbaum’s ELIZA program (1965) yang dapat melakukan percakapan serius pada berabgai topik, sebenarnya hanya peminjaman dan manipulasi kalimat-kalimat yang diketikkan oleh manusia.
2.    Banyak masalah yang harus diselesaikan oleh AI, karena terlalu banyaknya masalah yang berkaitan, mak atidak jarang banyak terjadi kegagalan pada pembuatan program AI.
3.    Ada beberapa batasan pada struktur dasar yang digunakan untuk menghasilkan perilaku intelijensia. Sebagai contoh adalah pada tahun 1969, buku Minsky dan Papert Perceptrons membuktikan bahwa meskipun program-program perceptron dapat mempelajari segala sesuatu, tetapi program-program tersebut hanya merepresentasikan sejumlah kecil saja. Sebagai contoh masukan perceptron yang berbeda tidak dapat dilatihkan untuk mengenali kedua masukan berbeda tersebut.
Sistem berbasis pengetahuan (1969-1979), pengetahuan adalah kekuatan pendukung AI. Hal ini dibuktikan dengan program yang dibuat oleh Ed Feigenbaum, Bruce Buchanan, dan Joshua Lederberg yang membuat program untuk memecahkan masalah struktur molekul dari informasi yang didapatkan dari spectometer massa. Program ini dinamakan dendral programs yang berfokus pada segi pengetahuan kimia. Dari segi diagnosa medis juga sudah ada yang menemukannya, yaitu Saul Amarel dalam proyek computer ini biomedicine. Proyek ini diawali dari keinginan untuk mendapatkan diagnosa penyakit berdasarkan pengetahuan yang ada pada mekanisme penyebab proses penyakit.
AI menjadi sebuah industry (1980-1988), industralisasi AI diawali dengan ditemukannya sistem pakar yang dinamakan R1 yang mamapu mengkonfigurasi sistem-sistem komputer baru. Program tersebut mulai dioperasikan di digital equipment corporation (DEC), McDermott, pada tahun 1982. Paa tahun 1986, program ini telah berhasil menghemat US$ 40 juta per tahun. Pada tahun 1988, kelompok AI di DEC menjalankan 40 sistem pakar. Hamper semua perusahaan besar di USA mempunyai didivisi Ai sendiri yang menggunakan ataupun mempelajari sistem pakar. Booming industry Ai juga melibatkan perusahaan-perusahaan besar seperti Carnegie Group, Inference, Intellicorp, dan Technoledge yang menawarkan software tools untuk membangun sistem pakar. Perusahaan hardware seperti LISP Machines Inc., Texas Instruments, Symbolics, dan Xerox juga turut berperan dalam membangun workstation yang dioptimasi untuk pembangunan program LISP. Sehingga, perusahaan yang sejak tahun 1982 hanya menghasilkan beberapa juta US$ per tahun meningkat menjasi 2 milyar US$ per tahun pada tahun 1988.
Kembalinya jaringan syaraf tiruan (1986 – sekarang), meskipun bidang ilmu komputer menolak jaringan syaraf tiruan setelah diterbitkannya buku ‘Perceptrons’ karangan Minsky dan Papert, tetapi para ilmuwan masih mempelajari bidang ilmu tersebut dari sudut pandang yang lain, yaitu fisika. Para ahli fisika seperti Hopfield (1982)) menggunakan teknik-teknik mekanika statistika untuk menganalisa sifat-sifat penyimpanan dan optimasi pada jaringan syaraf. Para ahli psikolog, David Rumhelhart dan Geoff Hinton, melanjutkan penelitian mengenai model jaringan syaraf pada memori. Pada tahun 1985-an sedikitnya empat kelompok riset menemukan kembali algoritma belajar propagasi balik. Algoritma ini berhasil diimplementasikan ke dalam ilmu bidang komputer dan psikologi.

Hubungan Ai dan Kognisi Manusia
Kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Kognisi dapat pula diartikan sebagai pemahaman terhadap pengetahuan atau kemampuan untuk memperoleh pengetahuan. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan.
Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia. Pada awal diciptakannya, komputer hanya difungsikan sebagai alat hitung saja. Namun seiring dengan perkembangan jaman, maka peran komputer semakin mendominasi kehidupan umat manusia. Komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai alat hitung, lebih dari itu, komputer diharapkan untuk dapat diberdayakan untuk mengerjakan sesuatu yang bisa dikerjakan oleh manusia.
Manusia bisa menjadi pandai dalam menyelesaikan segala permasalahan di dunia ini karena manusia mempunyai pengetahuan dan pengalaman. Pengetahuan diperoleh dari cara mempelajarinya. Semakin banyak bekal pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang tentu saja diharapkan akan lebih mampu dalam menyelesaikan permasalahan. Namun bekal pengetahuan saja tidak cukup, manusia juga diberi akal untuk melakukan penalaran, mengambil kesimpulan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki. Tanpa memiliki kemampuan untuk menalar dengan baik, manusia dengan segudang pengalaman dan pengetahuan tidak akan dapat menyelesaikan masalah dengan baik. Demikian juga dengan kemampuan menalar yang sangat baik, namun tanpa dibekali pengetahuan dan pengalaman yang memadai, manusia juga tidak akan bisa menyelesaikan masalah dengan baik.
Dengan adanya kecerdasan buatan, diharapkan tidak menutup kemungkinan hanya dengan data pengetahuan yang terbatas, sebuah komputer dapat berpikir seperti manusia dalam menghadapi masalah.



Referensi

http://socs.binus.ac.id/2012/03/02/a-little-brief-about-artificial-intelligence/


http://socs.binus.ac.id/2012/06/06/mengenal-kecerdasan-buatan-kini-dan-akan-datang/


http://informatika.web.id/category/kecerdasan-buatan/


http://www.hujanhitam.web.id/2010/11/sejarah-kecerdasan-buatan.html


http://www.psikologiku.com/definisi-pengertian-kognisi-dalam-psikologi-menurut-para-ahli/

Kamis, 26 November 2015

#SIP Cara Kerja Software Pengolah Database


Istilah “database” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal yang di luar bidang elektronika, artikel mengenai database komputer. Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

Database dapat dibuat dan diolah dengan menggunakan suatu program komputer, yaitu yang biasa disebut dengan software (perangkat lunak).Software yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) database disebut Database Management System (DBMS) atau jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia berarti “Sistem Manajemen Basis Data”.

Jenis-jenis software pengolah database yaitu:

1. Oracle

Perusahaan piranti lunak Enterprise terbesar di dunia yang menyediakan piranti lunak enterprise kepada perusahaan dan organisasi terbesar dan paling sukses di dunia. Oracle menyediakan produk-produk database, application server, collaboration selain enterprise businness application dan perangkat application development.

2. Microsoft SQL Server


SQL Server adalah server basis data yang secara fungsional adalah proses atau aplikasi yang menyediakan layanan basisdata. Client berinteraksi dengan layanan basisdata melalui antar muka komunikasi tertentu yang bertujuan untuk pengendalian dan keamanan. Client tidak mempunya akses langsung kedata, tetapi selalu berkomunikasi dengan server basisdata. SQL Server menggunakan tipe dari database yang disebut database relasional. Database relasional adalah database yang digunakan sebuah data untuk mengatur atau mengorganisasikan kedalam tabel. Tabel-tabel adalah alat bantu untuk mengatur atau mengelompokan data mengenai subyek yang sama dan mengandung informasi dan kolom dan baris. Tabel-tabel saling berhubungan dengan mesin database ketika dibutuhkan. SQL Server mendukung beberapa tipe data yang berbeda, termasuk untuk karakter, angga, tanggal (datetime) dan uang (money), SQL Server digunakan untuk menggambarkan model dan implementasi pada database.

3. PostgreSQL
Macam-macam software database
PostgreSQL adalah sebuah sistem basis data yang disebarluaskan secara bebas menurut Perjanjian lisensi BSD. Piranti lunak ini merupakan salah satu basis data yang paling banyak digunakan saat ini, selain MySQL dan Oracle. PostgreSQL menyediakan fitur yang berguna untuk replikasi basis data. Fitur-fitur yang disediakan PostgreSQL antara lain DB Mirror, PGPool, Slony, PGCluster, dan lain-lain
.

Sumber:

- Sutani, D. (2010). IBM Database- DB2 for beginners. Jakarta: PT. Elexmedia Komputindo.
-  Suryantoro. (2005). Pengantar Teknologi Informasi untuk Bisnis. Jakarta: Salemba Empat
- Taufik, M. 2014. Berkenalan dengan IBM DB2. http://aegis.co.id/ibm-db2-database- server/ diakses pada tanggal 25 Novemeber 2015

#SIP Lingkup Data CBIS


  A.    Hirarki data
     Secara tradisional, data diorganisasikan ke dalam suatu hirarki yang terdiri dari empat yaitu, byte/ karakter, elemen data, rekaman dan berkas.
1.     Karakter (byte)
Karakter merupaka satuan data yang paling kecil. Karakter bisa berbentuk huruf (A s/d Z atau a s/d z), berbentuk angka (0 s/d 9) ataupun berbentuk tanda baca lainnya.

2.    Elemen Data (field)
Elemen data adalah satuan data trekecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna. Pada data kepegawaian, elemen data dapat berupa nama pegawai, alamat, kota temoat tinggal dan atribut lain yang menyangkut seorang pegawai. Istilah lain untuk elemen data adalah medan (field), kolom, item dan atribut

3.    Rekaman (record)
Rekaman adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait, seperti nama, alamat, kota dan tanggal lahir seorang pegawai dapat dihimpun dalam sebuah rekaman. Dalam system basis data relasional, rekaman biasa disebut dengan istilah tupel atau baris

4.    Berkas (file)
Himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama membentuk sebuah berkas. Berkas dapat dikatakan sebagai kumpulan rekaman data yang berkaitan dengan suatu subjek.


B.    Pemroses data

1.      BATCH
Sekelompok transaksi yang serupa yang diakumulasikan sepanjang waktu dan kemudian diproses bersama-sama. Terdapat dua keunggulan dari batch. Pertama, organisasi bisa meningkatkan efisiensinya dengan mengelompokkan sejumlah besar transaksi ke dalam batch daripada memproses peristiwa secara terpisah. Dengan kata lain, batch adalah metode yang ekonomis untuk pemrosesan transaksi yang bervolume tinggi. Kedua, pemrosesan batch memungkinkan pengendalian atas pemrosesan transaksi. Kekuatan proses tersebut dapat dibentuk dengan cara periodic merekonsiliasikan batch dengan angka pengendali. Kedua keunggulan tersebut mempengaruhi desain batch itu sendiri.

2.    Online
Pemrosesan data online adalah pendekatan kertas kerja multidimensi terhadap penyimpan data yang terbagi dan dirancang agar memungkinkan penggina mengekstrak data dan menciptakan laporan mengenai dimensi yang penting. Data dipisahkan ke dalam berbagai dimensi dan diatur secara hirarkis. Prosedur umum pemrosesan ini adalah mengambil data dari basis data relasional dan menyimpannya dalam bentuk multidimensi dan disebut hypercube. Data dapat dianalisis secara lokal dalam struktur ini. Fungsi lain online adalah pembutan laporan standar yang mencakup analisis kinerja keuangan pada dimensi-dimensi tertentu.

3.     Realtime
Sistem operasi real time mirip dengan sistem operasi multitasking dalam menjalankan fungsinya. Aplikasi real-time adalah aplikasi kritis yang diperlukan untuk dieksekusi dalam periode waktu tertentu. real-time sistem operasi dapat dari dua jenis yang berbeda, sistem operasi hard real-time dan soft real-time. Sistem operasi hard real-time perlu dapat melakukan tugas dalam jumlah waktu tertentu dalam batas waktu yang diberikan. Sedangkan, sistem operasi soft real-time, tugas dapat melakukan bahkan setelah waktu yang dialokasikan telah berlalu.





  
C.  Penyimpanan data

1. DASD (Direct Access Storage Device)
DASD atau media penyimpanan akses langsung adalah media arsip utama (file master) yang baik. Arsip utama adalah gambaran konseptual dari salah satu sumber daya perusahaan atau unsur lingkungan. Penggunaan DASD lain adalah mendia penyimpanan sementara yang berfungsi untuk menampung data semi-terproses, misalnya data dapat ditransfer dari satu program ke program lainnya dalam bentuk piringan (disk).  DASD terdiri dari, magnetic disk (contoh floppy disk/ disket dan harddisk) dan optical disk (contoh CD-ROM). DASD memiliki proses yang lebih cepat disbanding SASD karena untuk mengambil data tertentu tidak perlu mencari data secara berurutan. 

2. SASD (Sequntial Access Storage Device)
SASD adalah salah satu tempat dimana data dapat diambil dalam urutan yang sama dimana disimpannya, sehingga waktu akses bervariasi sesuai dengan lokasi penyimpanan. Pemrosesan sekuensial sangat cocok untuk aplikasi seperti persiapan tagihan listrik bulanan. Dalam aplikasi ini, setiap record harus diproses pada interval yang dijadwalkan. Kekurangan SASD adalah prosesnya yang lambat karena untuk mencari data harus selalu dimulai dari awal.




Daftar Pustaka

Balagurusamy, E. (2009). Fundamentals of computers. New Delhi: Tata McGraw Hill

Dixit, J. B. (2009). Computer fundamentals and programming in c. New Delhi: Laxmi Publications

Fitriasari, D., & Kwary, D. A. (2007). Sistem informasi akutansi. Jakarta: Salemba empat

#SIP Evolusi CBIS



Evolusi perkembangan sistem informasi berbasis komputer ada beberapa tahap yaitu :

Tahap 1 Berfokus pada Data (EDP)

Awalnya komputer digunakan untuk aplikasi akuntansi (pengolahan data elektronik / EDP). Pada tahap ini aplikasi Accounting Information System (AIS) menggunakan computer hanya untuk pengolahan data perusahaan yang bersifat sederhana, di mana informasi untuk manajemen masih merupakan produk sampingan. Dalam bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Akuntansi (SIA).
Sistem informasi akutansi merupakan sistem informasi yang melaksanakan aplikasi akuntansi perusahaan, yaitu sebagai pengolah data perusahaan, Perusahaan tidak dapat memilih untuk menggunakan SIA atau tidak, sistem ini merupakan keharusan. Semua perusahaan pada dasarnya melaksanakan prosedur-prosedur yang sama. SIA lebih berorientasi pada data dibanding pada informasi, walaupun ada beberapa informasi yang dihasilkan. SIA menyediakan database bagi sistem informasi lain.

Tahap 2 Berfokus pada Informasi (SIM)

Muncul konsep SIM (Sistem Informasi Managemen) yaitu menghasilkan informasi manajemen disetiap area fungsional dan level aktivitasnya. SIM merupakan suatu sumber daya organisasi yang menyediakan informasi pemecahan masalah bagi sekelompok manajer secara umum mewakili suatu unit organisasi seperti suatu tingkat manajemen atau suatu area fungsional.

Tahap 3 Berfokus pada Komunikasi

Otomatis Kantor (office automation -OA) yang memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik. OA berkembang meliputi aplikasi : konferensi jarak jauh (teleconferencing), voice mail, electronic mail, electronic calendaring, facsimile transmission, dan desktop publishing.

 Tahap 4  Berfokusl Pada Konsultasi (Expert System )

Menurut Fatta (2007), Expert System (ES) merupakan representasi pengetahuan yang menggambarkan cara seorang ahli dalam mendekati suatu masalah. ES lebih berpusat pada bagaimana menghodekan dan memanipulasi pengetahuan dari informasi. Adapun cara kerja ES sebagai berikut :
  • Pengguna berkomunikasi dengan sistem menggunakan dialog interaktif
  • ES menanyakan pertanyaan dan pengguna memberikan jawaban
  • Jawaban digunakan untuk menentukan aturan mana yang dipakai dan ES sistem menyediakan rekomendasi berdasarkan aturan yang telah disimpan.
  • Seorang knowledge engineer bertanggung jawab pada bagaimana melakukan akuisisi pengetahuan, sama seperti seorang analis tetapi dilatih untuk menggunakan teknik yang berbeda.


Daftar Pustaka


Fatta, H. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: Andi Offset.

Komarudin, D. (2013). Pengantar sistem informasi manajemen program studi sistem informasi. Diunduh dari
http://www.slideshare.net/dindinkomarudin77/materi-sim-pertemuan-2. Diakses pada tanggal 25 November 2015.

Ymayowan. (2012). Sistem Informasi Manajemen. Diunduh dari http://ymayowan.lecture.ub.ac.id/files/2012/02/Presentasi-kel-1.pdf. Diakses tanggal 25 November 2015.

#SIP CBIS


 Computer Based Information System CBIS adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. CBIS juga merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan.

 Komponen CBIS
1. Infromasi
Menurut Gordon B. Davis dalam bukunya Management Informations System : Conceptual Foundations, Structures, and Development menyebut informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna bagi penerimanya dan nyata, berupa nilai yang dapat dipahami di dalam keputusan sekarang maupun masa depan.

2. Sistem Informasi
Sistem Informasi Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.
 
3. Data
Data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi. 


Manfaat Dari CBIS 
ada beberapa manfaat dari CBIS, diantaranya:

1.      pengembangan teknologi ( technology development)
2.       peningkatan efektivitas ( effectiveness )
3.      penghematan waktu ( time saving ) 
4.       penghematan biaya ( cost saving )




Daftar Pustaka


Amsyah, Z. (1977), Manajemen sistem informasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Raymond, J.M. (1995). Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer. Jakarta : PT.Ikrar Mandiri Abadi
Romney, Marshall B dan Paul J Steinbart, 2005. Accounting Information System, diterjemahkan oleh Dewi Fitriasari, S.S dan Deny Arnos Kwary, M.Hum Buku 1, Edisi Sembilan, Salemba Empat, Jakarta.
  
Diberdayakan oleh Blogger.

 

© 2015 Di edit oleh Arief Seo. didesign Templateism.

Back To Top